Opor Ayam Baju koko, opor ayam dan segala hal yang merepotkan itu, membuat saya rindu terhadap kampung halaman. Saya ingat alarm subuh yang masih menyala yang enggan saya matikan karena kelopak ini masih amat berat akibat begadang dengan sanak saudara di malam sebelumnya. Lalu teriakan kesal dari ibu menyuruh untuk segera berbersih dan bersiap sebelum antrian terbentuk panjang didepan kamar mandi. Lalu beriringan menuju mesjid dengan berbekal sajadah dan baju koko seragam yang kami kenakan. Setelah itu mengisi perut dengan masakan khas yang entah kenapa lebih nikmat dimakan beramai-ramai di hari yang muncul setahun sekali itu. Sesi terakhir yaitu ramah-tamah meminta maaf satu sama lain. Ibu saya dan golongan yang lebih tua berbaris di depan, dikuti dengan usapan di pipi menghalau air mata haru, tangannya sembari menggenggam amplop putih untuk didistribusikan ke-golongan muda. Bahan - bahan : 1/4 kg ayam potong kecil 1 mangkok sedang santan di saring...